Makna di Balik Bencana Nasional
Oleh M. SAEKHAN MUCHITH
"Dan sesungguhnya kami akan mencoba kamu dengan sesuatu dari ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, 'Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali'" (Q.S. Albaqarah: 155-156).
AYAT di atas sangat relevan kita renungkan, kita hayati untuk diambil maknanya ketika bangsa Indonesia sedang dilanda bencana yang bertubi-tubi di penghujung tahun 2004 yang lalu. Mulai dari gempa Alor, jatuhnya pesawat Lion Air Boyolali Jawa Tengah, jatuhnya helikopter di Nabire dan Wonosobo. Belum lagi seringnya kecelakaan kereta api yang juga membawa banyak korban nyawa manusia tidak berdosa. Bencana paling tragis dan sangat memilukan adalah gempa yang diikuti badai tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu.
Pemerintah dengan cepat menyikapi bencana itu dengan menyatakan sebagai bencana nasional dan menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari. Berbagai bantuan berdatangan mulai dari pemerintah, lembaga ekonomi, partai politik, yayasan, media massa serta dari elemen masyarakat lainnya. Di samping upaya memberikan bantuan yang dapat meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang ditimpa bencana, bangsa Indonesia perlu juga melakukan instrospeksi atau mawas diri terhadap segala hal yang telah menimpa bangsa Indonesia. Menurut norma Islam, setiap peristiwa pasti menyimpan beberapa hikmah. Oleh sebab itu seluruh bangsa Indonesia perlu menemukan hikmah atau mengambil pelajaran di balik bencana nasional yang sudah membawa banyak korban manusia tidak berdosa.
Selanjutnya..
Oleh M. SAEKHAN MUCHITH
"Dan sesungguhnya kami akan mencoba kamu dengan sesuatu dari ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, 'Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali'" (Q.S. Albaqarah: 155-156).
AYAT di atas sangat relevan kita renungkan, kita hayati untuk diambil maknanya ketika bangsa Indonesia sedang dilanda bencana yang bertubi-tubi di penghujung tahun 2004 yang lalu. Mulai dari gempa Alor, jatuhnya pesawat Lion Air Boyolali Jawa Tengah, jatuhnya helikopter di Nabire dan Wonosobo. Belum lagi seringnya kecelakaan kereta api yang juga membawa banyak korban nyawa manusia tidak berdosa. Bencana paling tragis dan sangat memilukan adalah gempa yang diikuti badai tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tanggal 26 Desember 2004 yang lalu.
Pemerintah dengan cepat menyikapi bencana itu dengan menyatakan sebagai bencana nasional dan menyatakan hari berkabung nasional selama tiga hari. Berbagai bantuan berdatangan mulai dari pemerintah, lembaga ekonomi, partai politik, yayasan, media massa serta dari elemen masyarakat lainnya. Di samping upaya memberikan bantuan yang dapat meringankan beban penderitaan saudara-saudara kita yang ditimpa bencana, bangsa Indonesia perlu juga melakukan instrospeksi atau mawas diri terhadap segala hal yang telah menimpa bangsa Indonesia. Menurut norma Islam, setiap peristiwa pasti menyimpan beberapa hikmah. Oleh sebab itu seluruh bangsa Indonesia perlu menemukan hikmah atau mengambil pelajaran di balik bencana nasional yang sudah membawa banyak korban manusia tidak berdosa.
Selanjutnya..

0 komentar: on "Makna di Balik Bencana Nasional"
Poskan Komentar